Postingan

It's How Love Starts

"HI" it's a short, simple word. but, it's how love starts  Masih banyak cerita yang belum kita goreskan diatas kertas ini dengan tinta bahagia. Masih banyak alunan lagu yang akan mewakili perasaanku atau perasaanmu. Masih banyak rasa yang belum kita ungkap semua. Dan, tak mungkin menulis semua ungkapan ini dalam satu waktu yang pasti singkat,Cinta ini ingin bertahan masih ingin bercerita,menari-nari dengan pena ini. Kisah yang justru bukan menjadi inginku, tapi malah memilikiku. Kamu yang selalu mampu membuatku tersenyum meski terkadang senyum ini hanya untuk menjadi topeng. Siang yang terlalu sore untuk tetap terjaga disatu tempat hanya untuk menunggu kamu, menunggu untuk saling bercengkrama bersama-sama masih dalam ketidak yakinan karna memang bukan kamu yang pertama, bukan kamu yang berhasil merebut hati ini. Tapi semua berbeda saat kamu berhasil membuat hati ini merasa yakin akan cinta dan kasih darimu. Senja itu, 3 Agustus 2013. Rasa tidak percay...

Aku Hanya....

Ketika kita mulai mencintai seseorang, dalam awal yang bahagia, alur yang menyenangkan.. Namun adakah yang lebih menyakitkan daripada ketika menyadari kita bertemu disaat yang tidak tepat dan mungkin saja kamu pergi menjauh dari tempat dimana biasa kita bertemu meski hanya berbicara tentang harimu atau hariku. Berjalan mengikuti arahan takdir, dan aku hanya bisa berkata "dulu disini..." sambil mengingat setiap detak jantungmu.  Akulah yang akan menatap bahagia penuh kepalsuan, akulah yang akan bersanding denganmu di acara nanti dan berkata "jangan berakhir.." Akulah yang akan menatap nanar pada setiap pasangan yang bercerita ditempat yang sama yang akan menjadi "dulu" dalam kurun waktu yang bisa dibilang singkat ya sebentar lagi. Kamu tidak pergi kamu hanya mengikuti alur, kamu tidak menghilang kamu hanya akan bersama duniamu sendiri. Aku hanya merasa sangat takut bila nanti aku harus memohon pada Tuhan untuk menghilangkan semua ingatan tentangmu, aku...

Penggemar Rahasiamu

Akhir-akhir sering kali menjadi peramal cuaca, menyesuaikan perasaan dengan cuaca hari ini. Entah kebetulan atau memang aku pemegang kuasa langit akhi-akhir ini. Atau, ada kamu dibalik semua ini? Bisa.  Terhitung 10 hari menjalani masa putih abu-abuku, tidak ada yang benar-benar membuatku terpaku dan berdiam lebih lama di tempat paling membosankan itu. Sampai aku mendapati sosokmu lagi, entah kamu benar-benar dingin atau memang aku yang tak pernah benar-benar peduli. Ini kisah pertamaku di putih abu-abu, dengan kamu didalamnya. Cukup untuk memberi warna yang terkadang memucat, memberi warna pelangi hingga semua terasa berarti. Kamu juga yang membuat ekor mataku bekerja lebih baik, karena setiap kali aku harus mencuri-curi hanya melalui ekor mata. Karena tertangkap olehmu salah satu kekuatan bagiku untuk tetap tersenyum kegirangan tanpa alasan yang jelas, kamu berhasil!.  Laki-laki dengan postur tubuh lebih tinggi daripada aku, senyumnya yang memiliki berjuta arti walau...

Andai

Tahun-tahun tersulit yang mungkin kamu sendiri emang nggak pernah mau tau, kan. Berlari dari satu tempat ke tempat lain, berjalan meski tanpa arahan. Aku hanya ingin berlari menjauh dan berlalu, seperti kamu yang selalu berusaha mendekatkanmu dengan tujuanmu sendiri. Seakan menjadikan semua harapan untuk berpulang pada keputus asaan. Pupus. Seberapa banyak sajak yang ku tulis hanya tentang kamu, sebanyakan apa dalam satu hari aku mampu memikirkanmu, sebanyak apa namamu selalu terucap dalam setiap doa, semua tak akan menyadarkan apapun terkecuali kesadaranku untuk mengatakan semua sudah berakhir. Tak akan mampu membuka hati itu lagi, hati yang ku kunci sendiri dengan kecewa. Menjadikan setiap persinggahan hanya sebagai tamu, menyediakan kasih sayang bagai kopi yang hangat lalu mendingin karna terlalu dijaga bukan diseduh. Terlalu banyak kepalsuan yang dipertahankan. dan, terlalu banyak rindu yang tak tersampaikan, lagi-lagi masih kamu. Sesak, saat harapan ini berbuah rindu. ...

Enchanted

I was enchanted to meet you, boy. Soda sore ini benar-benar membuat hidungku terasa ingin meledak. Seperti perasaan ini, meluap-luap saat menemukan, haha terdengar berlebihan memang. Aku ingat saat pertama kali "iseng" malam itu menjadikan aku dan kamu seperti ini. Entah aku harus berfikir dua kali atau benar-benar mengiyakan, kamu. Anak laki-laki yang jelas lebih muda 5bulan daripada aku. Manis, menantang untuk ditawan yang jelas hahahaha. Selalu ada sisi yang ingin aku buang dari diri seseorang, termasuk dari dirimu. Tidak pandang bulu untuk berbaik hati pada setiap perempuan, menyedihkan saat tau tidak hanya kamu untuknya. Dingin, terkadang aku lebih memilih diam tak ada komunikasi antara aku dan kamu jika hanya mendapat sambutan dingin yang terkadang justru menghangatkan.. haha labil. Kamu tau? selalu ada rindu untukmu, dan karena itu tetap berkomunikasi adalah bagian wajib untuk tetap dijalankan walaupun sedingin menggenggam es.  Cinta itu apa-adanya bukan ada a...

Cinta Itu Tidak Bodoh

"Cinta adalah ketika kamu tetap bertahan saat merasa tersakiti" Malam yang menyendu, desiran angin mengangkat setiap bulu kuduk yang tertata rapi, searah. Mencuri pandang pada layar ponsel, siapa tau ada pesan darimu. Walau hanya dalam bentuk bukan siapa-siapa . Selalu ada rahasia dibalik senyum dengan kerutan dibagian samping mata sejak kejadian siang tadi. You're a liar . Pikirku melayang, menerawang ke segala hal yang mungkin bisa terjadi setaip saat, tanpa aba-aba .  Aku ingin bertahan, bukan dalam dustamu. Aku ingin bertahan, bukan dalam senyum dengan kerut ini. Aku ingin bertahan, tanpa air mata. Aku ingin bertahan, aku ingin. Bagaimana denganmu ? Aku ingin pergi, tanpa hatimu. Aku ingin pergi, bersama hatiku. Aku ingin pergi, dengan senyum bahagia. Aku ingin pergi, bersama pangeran mimpi ini. Bagaimana cinta bisa menjelaskan semua kejadian hari ini? Bagaimana cinta bisa menemani setaip tetes air mata siang ini? Bagaimana cinta bisa meyakinkan bertaha...

untitle

Lembaran sapaan yang sudah menumpuk dan mulai usang. Tidak disetorkan juga pada si penagih? mm..mungkin bukan penagih, lebih tepatnya pembuang. Sudah terlalu banyak waktu yang terbuang sia-sia untuk merawat para lembar ini, untuk menjaga agar tetap hangat dengan setiap rindu disetiap kata didalamnya. Sudah terlalu banyak kejadian yang kulupakan, padahal ingin ku ceritakan. Sudah terlalu lama berdiam dalam rindu tanpa helaan rindumu.  Lagu aliran apa yang sedang kamu putar berkali-kali tanpa bosan sebelum kamu menemukan lagu lain? Kegiatan apa yang membuat mataku tak bisa mendapati sosokmu lagi? Andai, mata ini bisa berbinar lagi seperti saat melihatmu. Andai, merindumu masih se-halal dulu. Bagaimana jika aku menghalalkan 'sendiri' ? Terdengar licik, namun jika bisa.... aku akan berdosa. Kamu lebih dari kafein didalam kopi yang selalu kunikmati di pagi hari. Kamu candu yang memenuhi rongga dada ini, memenuhi pikiranku dengan sosokmu yang tak mampu kudapati dengan mataku...